China Golongkan Anjing sebagai Peliharaan, Bukan Makan「Betting platform website」an

  • 时间:
  • 浏览:0

BettiBetting platform webBetting platform websitesiteng platform websitebaca juga: Kota Shenzhen di China Jadi yang Pertama Larang Konsumsi Daging Anjing dan Kucing

"Sekarang, mereka dibesarkan sebagai hewan peliharaan, melakukan pencarian dan penyelamatan, membantu tuna netra, dan memulihkan manusia," ulas kementerian.

Langkah itu muncul beberapa pekan sebelum festival daging anjing yang kontroversial di Yulin, region Guangxi di kawasan selatan.

Namun, kementerian menerangkan bahwa sebagian besar publik setuju bahwa anjing harus dihilangkan dari daftar binatang yang boleh diperjualbelikan dagingnya.

Dalam panduan yang dirilis kementerian pertanian, terdapat beberapa hewan yang diklasifikasan sebagai terbak maupun hewan yang bisa dikonsumsi.

Spesies yang masuk dalam daftar sesuai dengan Undang-undang Peternakan, yang mengizinkan hewan untuk diambil daging maupun bulunya.

Baca juga: Usai Makan Daging Anjing, 25 Orang Dilarikan ke Puskesmas

Dalam penjelasannya, pada zaman dahulu hewan itu dijadikan penjaga rumah, membantu manusia ketika berburu maupun menggembala terna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Mereka yang masuk ke dalam daftar itu adalah rusa, alpaca, burung, burung unta, dan rubah, seperti diberitakan SCMP Sabtu (30/5/2020).

Dalam keterangan si situs resminya, kementerian menjelaskan bahwa mereka masih menunggu respons publik terkait daftar hewan yang boleh dimakan.

Di antaranya adalah 17 binatang ternak tradisisional, seperti sapi, babi, unggas, kelinci, dan unta. Kemudian ada 16 "spesies khusus".

BEIJING, KOMPAS.com - China melalui kementerian pertanian menggolongkan anjing sebagai hewan peliharaan, bukan makanan dalam panduan baru.